uaaaah... udah lamaaa bangeet gak updatee.. gak ngomong... kehidupan kuliah itu emang kejm banget deh kayaknya... nyuri-nyuri waktu untuk ngeblog aja gak bisa.. paling abis ngerjain tugas langsung sukses bergulat sama bantal sama guling, dan ngorok beberapa jam kemudian..
Gue jaraang sekali update bukan karena gue udah katam sama kehidupan perluar negerian (apakah itu sebuah kata?) tapi karena gue bener-bener sibuuk banget, dan lupa buat nulis satu-satu. Next time, gue mesti organize lagi...
Anyway.. bentar lagi, udah mau summer semester ajaa.. dan gue mau libur sebulan gitu.. Yaaayy... Nah,,, gue bukannya gak seneng pulang ke indonesia.. Cuman kadang.. yang bikin gue sebelnya adalah:
1. Sifat aji mumpung orang Indo.. Karena mereka tau banyak barang bermerek yang jatuhnya lebih murah dari asalnya, pada NITIP secara gak sopan.. yaah.. walaupun oknum paling utamanya nyokap gue,, gue rasa gue gak boleh komen.. hasilnya koper gue beranak pinak..
2. Pas balik ke Amerikanya, gue mesti harus deg-degan masalah I-20, yaitu surat dokumen wajib untuk pelajar bisa masuk ke amrik..
Tapi mau gimana lagi.. *angkat bahu* emang bginilah nasib heheheheh
hmmm apa lagi yaa... udah sih... hahahahah... itu ajaa..
Tunggu post selanjutnya
Nyangsang Di San Fransisco
Gegar Budaya, Bukan Gegar Otak.
Monday, April 25, 2011
Monday, November 15, 2010
Giants VS Persija
Maaf sekali lagii... telat mengupdate blog ini,, karena kesibukan kuliah, dan memang belum ada yang seru... heeheheh...
Tanggal 1 November kemaren, tim baseball San Francisco menang. Iya, tim Giants namanya. Gue memang masih awam soal ini, alias gak ngerti alias gak mau tau. Tapi kenapa akhirnya pada tanggal ini, perhatian gue terhadap grup ini bertambah?
Pasalnya karena tim ini menang, SELURUH SAN FRANCISCO merayakan dengan gegap gempitanya. Malem itu, pas gue keluar malem-malem sama teman gue, semua orang dengan baju orangenya (apa bedanya hayoo sama pendukung persija), dengan mabuk, saling berteriaak "WOHOOO", tos dengan orang random (oh ya,, gue termaasuk orang random yang diajak tos), dan menyapa orang random dengan "GIANTS WINS!! WOHOOOO" (oh yaa,, gue juga termasuk orang random itu. Saking gegap gempitanya, ada orang ditusuk, ada yang bikin api unggun dengan sampah di tengah persimpangan jalan, dan ada satu bus yang dibakar massa.
Serasa belum cukup dengan keributan malem itu, tanggal 3 Novembernya, mayor San Francisco memutuskan untuk menggelar parade untuk merayakan tim baseball mereka. Hasilnya? gue yang biasanya ke kelas selalu tepat waktu, butuh 2 jam untuk berangkat ke kelas. Biasanya cuman 15 menit untuk NYEBRANG JALAN, sekarang jadi 1 jam. Huuff... cuman ngeliat semua orang yang antusiasnya menyambut pahlawan olahraga mereka, lengkap dengan atribut orangenya, jendela di gedung-gedung pun penuh dengan manusia, membuat gue jadi mau gak mau memikirkan grup pendukung Persija di Jakarta. Kalo misalnya Persija menang, apakah seluruh kota akan merayakan dengan gegap gempita? Apakah SBY akan menggelar parade untuk mengarak para pemain Persija? Apakah juga orang-orang akan menunggu dengan sabar di sisi kanan kiri jalan untuk melihat idola mereka (selain maaf pendukung persija yang memang selalu bikin macet)
Hari itu, gue memang kesal, menggerutu, dan berkata dalam hati "apa gunanyaa siih". Cuman setelah gue pikir-pikir, itu lah cara mereka mengapresiasi para juara olahraga mereka. Dengan sang walikota yang menggelar parade, orang-orang yang benar-benar memenuhi jalanan, gedung-gedung juga penuh dengan orang-orang yang mengintip ke jalanan, menunjukkan kebanggaan mereka terhadap pemain baseball mereka. Sampai walikotanya ikutan merayakan, coba? kurang heboh apa??
Walaupun, gue bukan fans sepak bola di Indonesia, cuman gue merasa, para fans sepak bola Indonesia malahan mendukung tim luar, bukannya tim sendiri. Hanya dengan alasan " ah... tim kita kan kalah mulu" dan keluhan lainnya. Bukankan itu sebenarnya menunjukkan kurangnya apresiasi kita terhadap negara sendiri. Ironisnya, Giants, dan Persija punya warna logo yang sama yaitu oranye. Kenapa bisa beda sekali apresiasi para pendukung nya? Dan, sebenarnya, dari hal yang kelihatannya seremeh ini, menunjukkan seberapa besar suatu warga negara mengapresiasi apa yang dimiliki oleh negaranya. Jadi, bagaimana kalau mulai sekarang, kita mulai hargai apapun yang ada di Indonesia? Daripada cuman ngomel-ngomel? heheheheh

Tanggal 1 November kemaren, tim baseball San Francisco menang. Iya, tim Giants namanya. Gue memang masih awam soal ini, alias gak ngerti alias gak mau tau. Tapi kenapa akhirnya pada tanggal ini, perhatian gue terhadap grup ini bertambah?
Pasalnya karena tim ini menang, SELURUH SAN FRANCISCO merayakan dengan gegap gempitanya. Malem itu, pas gue keluar malem-malem sama teman gue, semua orang dengan baju orangenya (apa bedanya hayoo sama pendukung persija), dengan mabuk, saling berteriaak "WOHOOO", tos dengan orang random (oh ya,, gue termaasuk orang random yang diajak tos), dan menyapa orang random dengan "GIANTS WINS!! WOHOOOO" (oh yaa,, gue juga termasuk orang random itu. Saking gegap gempitanya, ada orang ditusuk, ada yang bikin api unggun dengan sampah di tengah persimpangan jalan, dan ada satu bus yang dibakar massa.
Serasa belum cukup dengan keributan malem itu, tanggal 3 Novembernya, mayor San Francisco memutuskan untuk menggelar parade untuk merayakan tim baseball mereka. Hasilnya? gue yang biasanya ke kelas selalu tepat waktu, butuh 2 jam untuk berangkat ke kelas. Biasanya cuman 15 menit untuk NYEBRANG JALAN, sekarang jadi 1 jam. Huuff... cuman ngeliat semua orang yang antusiasnya menyambut pahlawan olahraga mereka, lengkap dengan atribut orangenya, jendela di gedung-gedung pun penuh dengan manusia, membuat gue jadi mau gak mau memikirkan grup pendukung Persija di Jakarta. Kalo misalnya Persija menang, apakah seluruh kota akan merayakan dengan gegap gempita? Apakah SBY akan menggelar parade untuk mengarak para pemain Persija? Apakah juga orang-orang akan menunggu dengan sabar di sisi kanan kiri jalan untuk melihat idola mereka (selain maaf pendukung persija yang memang selalu bikin macet)
Hari itu, gue memang kesal, menggerutu, dan berkata dalam hati "apa gunanyaa siih". Cuman setelah gue pikir-pikir, itu lah cara mereka mengapresiasi para juara olahraga mereka. Dengan sang walikota yang menggelar parade, orang-orang yang benar-benar memenuhi jalanan, gedung-gedung juga penuh dengan orang-orang yang mengintip ke jalanan, menunjukkan kebanggaan mereka terhadap pemain baseball mereka. Sampai walikotanya ikutan merayakan, coba? kurang heboh apa??
Walaupun, gue bukan fans sepak bola di Indonesia, cuman gue merasa, para fans sepak bola Indonesia malahan mendukung tim luar, bukannya tim sendiri. Hanya dengan alasan " ah... tim kita kan kalah mulu" dan keluhan lainnya. Bukankan itu sebenarnya menunjukkan kurangnya apresiasi kita terhadap negara sendiri. Ironisnya, Giants, dan Persija punya warna logo yang sama yaitu oranye. Kenapa bisa beda sekali apresiasi para pendukung nya? Dan, sebenarnya, dari hal yang kelihatannya seremeh ini, menunjukkan seberapa besar suatu warga negara mengapresiasi apa yang dimiliki oleh negaranya. Jadi, bagaimana kalau mulai sekarang, kita mulai hargai apapun yang ada di Indonesia? Daripada cuman ngomel-ngomel? heheheheh
Thursday, October 7, 2010
Sejauh iiniii
Hmmm... maaf sudah lama sekali gak posting, update, lantaran baru dapet internet di apartemen.. oh ya... sekarang ini, gue sudah mengatasi rasa kesepian amat sangat itu. Karena gue nemu orang Indonesia (akhirnyaa), dan juga sedikit mulai adaptasi di kelas. Di post kali ini, gue akan membahas soal gegar budaya yang baru aja gue alami.
1. Sehabis kelas elements of game design, tiba-tiba temen gue ngajakin makan sushi. Dan ini sumpah random banget, akhirnya kita berempat (2 cewek, dan 2 cowok) pada makan lah di suatu restoran jepang. Udah gitu, 2 cowok itu mulai asik ngobrolin soal "petualangan" mereka. Soal petualangan mereka di tilang polisilah, minum ampe mabok lah, pengalaman mabok lah, sampe akhirnya ngomong soal mantan pacar. Ada satu pembicaraan yang bikin gue shock abis. Satu temen gue lagi mendeskripsikan mantan pacarnya kayak apa aja, dan temen gue yang satu lagi pun nanya "eh.. elo udah tidur sama berapa banyak cewek?". Dengan entengnya, temen gue itu jawab "8". Oke, panggil gue norak, dan segala macamnya,, cuman apa yaa.. gue tau sebenarnya budaya Amerika memang sevulgar itu,, cuman gue gak nyangka aja begitu liat secara langsung. Apalagi, tmen gue itu menjawabnya santai banget.. beegh.. aneh2 deh..
2. Pas di bus, pulang dari kelas figure drawing, ada temen gue yang orang Prancis, ngomong seru sama temennya. Gue pun langsung ngomong sama dia "Curang lo, elo bisa bahasa Prancis. Gue jadi gak ngerti elo ngomong apaan". Dia pun menjawab "loh, elo kan juga bisa bahasa lain kan? gak adil juga dong, orang gue gak ngerti elo ngomong apaan" Gue pun bales lagi "Iyaa... tapi gue suka bahasa Prancis.. seksi gitu aksennya" Dia pun ketawa sambil bilang "makasi.. aksen kita pas ngomong "R" ya yang bikin seksi?" Gue jawab "iya". Dia pun bilang lagi " ya udah, gue ajarin elo bahasa Prancis, elo ajarin gue bahasa elo"
Pas itu, kita baru belajar ngomong selamat pagi, dan selamat malam doang. Gue bisa ngomong "Bonjour" dan "bonsoir".. Begitu giliran gue ajarin, pas gue bilang "selamat pagi" dia langsung "Oh.. shit.. what is that?? wait..wait.." Dan dia berkali-kali kesulitan melafalkan katanya. Tapi, gak berapa lama dia pun bisa. Apa yang mau gue ambil dari pengalaman hari itu adalah gue mendapat kesempatan untuk bisa belajar bahasa lain di bus, dan apa ya... kayak seru aja ngajarin bahasa kita ke orang asing. Pertanda bahwa kita sebagai orang Indonesia itu bangga jadi orang Indonesia, bahwa bahasa Indonesia itu sama serunya dengan bahasa asing.
Sejauh ini,, belum ada lagi pengalaman yang seru.. Tapi apa ya.. dengan gue ketemu orang Indonesia membukakan pintu ke banyak hal yang gak kalah seru lagi. Gue ketemu sama temen anak animation namanya Alvin, yang ternyata seru dan gokil abis. Kita punya banyak banget hal-hal yang klop, jadilah kita suka ngobrol lama. Udah gitu, gue juga ketemu anak fashion, namanya Vivi. Vivi seru juga kok anaknya,, satu yang gue suka dari Vivi, dia suka banget makan! hahaha.. kita pun rencana mau nyari-nyari makanan enak di SF, tapi gak tau kapan kesampeannya.. hahaha.. Ada juga Kevin, anak advertising, dan Tony, anak photography, cuman gak begitu deket juga...
Segitu dulu ya update kali ini.. hehehe
*oh yaa akhirnya apartemen gue udah fully furnished... I'm home now.. hmmmm
1. Sehabis kelas elements of game design, tiba-tiba temen gue ngajakin makan sushi. Dan ini sumpah random banget, akhirnya kita berempat (2 cewek, dan 2 cowok) pada makan lah di suatu restoran jepang. Udah gitu, 2 cowok itu mulai asik ngobrolin soal "petualangan" mereka. Soal petualangan mereka di tilang polisilah, minum ampe mabok lah, pengalaman mabok lah, sampe akhirnya ngomong soal mantan pacar. Ada satu pembicaraan yang bikin gue shock abis. Satu temen gue lagi mendeskripsikan mantan pacarnya kayak apa aja, dan temen gue yang satu lagi pun nanya "eh.. elo udah tidur sama berapa banyak cewek?". Dengan entengnya, temen gue itu jawab "8". Oke, panggil gue norak, dan segala macamnya,, cuman apa yaa.. gue tau sebenarnya budaya Amerika memang sevulgar itu,, cuman gue gak nyangka aja begitu liat secara langsung. Apalagi, tmen gue itu menjawabnya santai banget.. beegh.. aneh2 deh..
2. Pas di bus, pulang dari kelas figure drawing, ada temen gue yang orang Prancis, ngomong seru sama temennya. Gue pun langsung ngomong sama dia "Curang lo, elo bisa bahasa Prancis. Gue jadi gak ngerti elo ngomong apaan". Dia pun menjawab "loh, elo kan juga bisa bahasa lain kan? gak adil juga dong, orang gue gak ngerti elo ngomong apaan" Gue pun bales lagi "Iyaa... tapi gue suka bahasa Prancis.. seksi gitu aksennya" Dia pun ketawa sambil bilang "makasi.. aksen kita pas ngomong "R" ya yang bikin seksi?" Gue jawab "iya". Dia pun bilang lagi " ya udah, gue ajarin elo bahasa Prancis, elo ajarin gue bahasa elo"
Pas itu, kita baru belajar ngomong selamat pagi, dan selamat malam doang. Gue bisa ngomong "Bonjour" dan "bonsoir".. Begitu giliran gue ajarin, pas gue bilang "selamat pagi" dia langsung "Oh.. shit.. what is that?? wait..wait.." Dan dia berkali-kali kesulitan melafalkan katanya. Tapi, gak berapa lama dia pun bisa. Apa yang mau gue ambil dari pengalaman hari itu adalah gue mendapat kesempatan untuk bisa belajar bahasa lain di bus, dan apa ya... kayak seru aja ngajarin bahasa kita ke orang asing. Pertanda bahwa kita sebagai orang Indonesia itu bangga jadi orang Indonesia, bahwa bahasa Indonesia itu sama serunya dengan bahasa asing.
Sejauh ini,, belum ada lagi pengalaman yang seru.. Tapi apa ya.. dengan gue ketemu orang Indonesia membukakan pintu ke banyak hal yang gak kalah seru lagi. Gue ketemu sama temen anak animation namanya Alvin, yang ternyata seru dan gokil abis. Kita punya banyak banget hal-hal yang klop, jadilah kita suka ngobrol lama. Udah gitu, gue juga ketemu anak fashion, namanya Vivi. Vivi seru juga kok anaknya,, satu yang gue suka dari Vivi, dia suka banget makan! hahaha.. kita pun rencana mau nyari-nyari makanan enak di SF, tapi gak tau kapan kesampeannya.. hahaha.. Ada juga Kevin, anak advertising, dan Tony, anak photography, cuman gak begitu deket juga...
Segitu dulu ya update kali ini.. hehehe
*oh yaa akhirnya apartemen gue udah fully furnished... I'm home now.. hmmmm
Thursday, September 16, 2010
Kesalahan selama seminggu ini --'
Heyyy.. maaf untuk update yang sedikit telat, dikarenakan apartemen baru, belum ada apa-apa termasuk internet..
Beberapa hari ini, gue sempat mengalami rasa kesepian yang amat sangat, dikarenakan gue tinggal sendirian di apartemen gue. Gue sebenarnya gak nyangka gue bisa merasakan demikian, karena gue di rumah gue di Jakarta pun, lebih seneng ngamar daripada jalan-jalan keluar. Well,, mungkin keberadaan seseorang di rumah itulah yang mulai gue rindukan di apartemen gue. Tapi,, sedikit banyak, gue mulai bisa mengatasi perasaan itu. Mungkin karena banyaknya tugas yang numpuk *mana sempet mikirin perasaan kesepian mulu*, dan lagi gue sudah menemukan komplotan mahasiswa Indonesia di sini!! jadi, gue berharap perasaan itu sedikit demi sedikit hilang.
Pengalaman masak pertama gue,, dimulai dari hanya sekedar manasin makanan. Namun, itu juga hampir berubah jadi malapetaka, karena gue lupa matiin kompor. Oh, jangan pasang muka "aduh-anda-idiot-sekali-jadi-manusia" ya. Hal ini dikarenakan gue tidak biasa memakai kompor listrik. Jangan bilang gue ngeles juga, tapi ini beneran. Jadi,, kalo kompor gas kan ada apinya, nah ini kompor listrik yang ada cuman bagian panelnya doang yang panas. Jadinya, gue mana tau kalo kompor itu udah mati atau belum. Untungnya gak sempet kebakaran parah.
Selanjutnya, gue hampiir saja diusir dari apartemen karena enggak bayar uang sewa. Sekali lagi, jangan pasang muka yang sudah gue jabarkan di atas. Ini lantaran, sistem bayarnya sumpaaah ribet abis, sampai gue kira gue udah bayar. Jadi, awal September gue udah bayar, tapi kemudian mereka bilang ada masalah. Pas gue cek di website, gue liat tulisan yang gue kira itu tandanya uang udah masuk. Gue santai-santai aja sampai kemaren gue nerima surat yang ngasih tau gue belum bayar uang sewa. Tapi untung itu, urusan itu udah gue urusin.
Hmm.. apalagi ya... Oh ya,, gue kan mesen meja gambar dari sebuah toko di San Francisco. Baru kemaren juga nyampenya,, dan gue excited untuk ngerakit meja gambar itu, karena di sini untuk furniture gitu harus di rakit sendiri. Dan gue penasaran dong.. kayak apa sih rasanya ngerakit sendiri. Setengah jam kemudian gue buka kardusnya, satu jam kemudian, gue udah mulai berhasil merakit beberapa bagian, sambil bolak balik liat manual. Satu setengah jam kemudian, gue berangkat tidur. Ini bukan berarti gue udah selesai ngerakit ya. Pasalnya, buat ngerakit mejanya, gue butuh bor, dan gue gak punya bor. Lagipula itu udah jam 12 malem. Akhirnya gue putuskan untuk tidur, karena udah males banget.. Sambel banget tuh perusahaan.. kenapa sih gak di bolongin.. heran gue...
Anyway... Seminggu lebih ini udah jadi petualangan banget buat gue. Hidup sendiri, apa-apa sendiri. Pheww.. semoga di kedepannya gue bisa mengatur hidup gue ini dengan lebih baik lagi...
P.S: ternyata dengan hidup sendiri, gue baru sadar betapa manjanya gue di Jakarta, dan betapa seharusnya gue bersyukur karena gue bisa menyadari hal ini... :)
Semoga hari anda menyenangkan! :)
Beberapa hari ini, gue sempat mengalami rasa kesepian yang amat sangat, dikarenakan gue tinggal sendirian di apartemen gue. Gue sebenarnya gak nyangka gue bisa merasakan demikian, karena gue di rumah gue di Jakarta pun, lebih seneng ngamar daripada jalan-jalan keluar. Well,, mungkin keberadaan seseorang di rumah itulah yang mulai gue rindukan di apartemen gue. Tapi,, sedikit banyak, gue mulai bisa mengatasi perasaan itu. Mungkin karena banyaknya tugas yang numpuk *mana sempet mikirin perasaan kesepian mulu*, dan lagi gue sudah menemukan komplotan mahasiswa Indonesia di sini!! jadi, gue berharap perasaan itu sedikit demi sedikit hilang.
Pengalaman masak pertama gue,, dimulai dari hanya sekedar manasin makanan. Namun, itu juga hampir berubah jadi malapetaka, karena gue lupa matiin kompor. Oh, jangan pasang muka "aduh-anda-idiot-sekali-jadi-manusia" ya. Hal ini dikarenakan gue tidak biasa memakai kompor listrik. Jangan bilang gue ngeles juga, tapi ini beneran. Jadi,, kalo kompor gas kan ada apinya, nah ini kompor listrik yang ada cuman bagian panelnya doang yang panas. Jadinya, gue mana tau kalo kompor itu udah mati atau belum. Untungnya gak sempet kebakaran parah.
Selanjutnya, gue hampiir saja diusir dari apartemen karena enggak bayar uang sewa. Sekali lagi, jangan pasang muka yang sudah gue jabarkan di atas. Ini lantaran, sistem bayarnya sumpaaah ribet abis, sampai gue kira gue udah bayar. Jadi, awal September gue udah bayar, tapi kemudian mereka bilang ada masalah. Pas gue cek di website, gue liat tulisan yang gue kira itu tandanya uang udah masuk. Gue santai-santai aja sampai kemaren gue nerima surat yang ngasih tau gue belum bayar uang sewa. Tapi untung itu, urusan itu udah gue urusin.
Hmm.. apalagi ya... Oh ya,, gue kan mesen meja gambar dari sebuah toko di San Francisco. Baru kemaren juga nyampenya,, dan gue excited untuk ngerakit meja gambar itu, karena di sini untuk furniture gitu harus di rakit sendiri. Dan gue penasaran dong.. kayak apa sih rasanya ngerakit sendiri. Setengah jam kemudian gue buka kardusnya, satu jam kemudian, gue udah mulai berhasil merakit beberapa bagian, sambil bolak balik liat manual. Satu setengah jam kemudian, gue berangkat tidur. Ini bukan berarti gue udah selesai ngerakit ya. Pasalnya, buat ngerakit mejanya, gue butuh bor, dan gue gak punya bor. Lagipula itu udah jam 12 malem. Akhirnya gue putuskan untuk tidur, karena udah males banget.. Sambel banget tuh perusahaan.. kenapa sih gak di bolongin.. heran gue...
Anyway... Seminggu lebih ini udah jadi petualangan banget buat gue. Hidup sendiri, apa-apa sendiri. Pheww.. semoga di kedepannya gue bisa mengatur hidup gue ini dengan lebih baik lagi...
P.S: ternyata dengan hidup sendiri, gue baru sadar betapa manjanya gue di Jakarta, dan betapa seharusnya gue bersyukur karena gue bisa menyadari hal ini... :)
Semoga hari anda menyenangkan! :)
Saturday, September 4, 2010
Update baru abis pulang kampung
Hey... baru 2 minggu balik pulang, udah harus kembali lagi ke realita kehidupan kuliah. Ngomong-ngomong tentang realita, oh mengapa ini terjadi padaku. Begitu masuk apartemen, yang terjadi adalah semua barang-barang gue udah di pindahin, ada kabel asing di colokan kamar mandi, dan surat pemberitahuan di pintu.
Begitu gue buka, yang ada adalah kenyataan bahwa apartemen gue terkena imbas kebakaran dari apartemen depan. Semua barang gue selamat, kecuali barang temen gue yang dititipin di gue.. gue gak ngerti kenapa barangnya dia yang kena, yang jelas gue gak enak bgt ma diaa...
Udah gitu, di hari yang sama ada cowok ngajakin kenalan. Random, tiba-tiba minta nomor telepon, dan umurnya 30. Respon? Enggaklah.. ngapaain coba..
Belum ada banyak update, kecuali hari senin ini Labor day, dimana semua toko tutup, dan gue bingung mau beli makanan di mana... Sometimes, kangen sama konsep customer adalah segalanya, di Jakarta... kalo di Jakarta mah, mau hari kemerdekaan juga gak ada toko tutup *minta maaf sama semua penjaga toko, atau pegawai yang kerja di hari libur itu, cuman itu yang bikin gue kangen* Dan lagi, gue gak harus jajan sih,, karena gue makan makanan rumah.
Wednesday, August 11, 2010
Pindahan --'
Hey,,, akhinya update juga... setelah sekian lama gak update..
Anyway.. kemaren gue abis pindahan dari asrama ke apartemen gue.. Dan mendadak gue jadi menghargai jasa kuli panggul di Indonesia. Karena gue harus mengotong semua bawaan gue, dari asrama ke apartemen gue.. dan barang gue itu gak sedikit, jadilah berkali-kali gue bolak balik buat naruh barang..
udah gitu berkali-kali roda koper ku gemes banget sama kaki gue, jadi diinjek aja tuh kaki.. Huaaah... udah gitu, seharian ini, gue abis bolak balik, jalan beberapa blok, buat beli selimut, sarung buat shower, dan rice cooker. Capek? BANGET!!! pasti ada yang nanya kenapa gue bolak-balik. Ya karena baranganya tuh gede2, gak mungkin bisa gue bawa sekaligus..
Tapi.. emang pindahan itu paling bikin pusiiing..
Wednesday, July 21, 2010
pertemuan yang aneh
Minggu malem kemaren, gue dan satu temen gue, Susanne, pergi ke asrama temen gue, Britnei, untuk makan malem masakan Cina bareng. Bukan,, Britnei mesen take away gitu, dia gak masak. Hmmm.. Kalo di Jakarta tuh... daerah asrama Britnei itu kayak di mana ya.. pokoknya tuh daerahnya sepi bangeet, gak di tengah kota gitu, sementara asrama gue agak-agak di tengah kota.
Kebayang doong, kalo pulang malem dari asramanya Britnei kayak apa?
Anyway, waktu itu jam 7 malem, gue sama Susanne pergi ke tempatnya Britnei. Karena itu, hari minggu, dan bus kampus gak beroperasi seperti hari biasa, kita pun nunggu lama. Singkat cerita, kita sampai di tempat Britnei. Setelah turun dari bus, gue ngecek kapan bus terakir dari tempat asrama Britnei ke tempat asrama gue. Dan itu adalah 8.12 malem, padahal gue nyampe tempatnya Britnei itu jam 8 kurang. Gue pun membenarkan diri sendiri, bilang dalam hati karena gue liat di handphone, jadi pasti gak jelas.
Singkat cerita lagi, gue makan dan ngebrowse internet lamaaa banget ( mooohoon di mengerti, karena internet di asrama gue kayak e'e, jadinya begitu di asramanya temen gue itu, gue bisa ngedownload gila-gilaan, yaang ada gue bisa nangis bahagia di balik layar gue) Gak kerasa,, udah jam 10 malem. Gue dan Susanne pun memutuskan untuk pulang, dan kita bener-bener sadar bahwa kita gak bisa pake bus kampus lagi, karena emang gak ada. Kita berdua pun memutuskan naik taksi. Tapi emang dasaaar, daerahnya rada kutu kupreet, kita nyari taksi ada kali satu jam. Udah gitu, ironisnya, kita berkali-kali kelewatan taksi. Dan, jalanan daerahnya emang seppiii banget, jarang mobil lewat. Kita pun memutuskan untuk jalan sampai stasiun kereta, dengan asumsi pasti dapet taksi. Dan emang bener, kita dapet taksi.
Tapi emang dasar, sial banget maleem itu. Kita kebetulan dapet supir taksi yang aneh. Jadinya, si supir taksi ini nyanyi-nyanyi dalam bahasa arab kayaknya, dan ngomong bahasa inggris yang gak jelas. Bener-bener kayak mabok. Udah gitu, berkali-kali dia buka jendela buat teriak-teriak ke orang-orang di jalan "Creak-Head..Creak-Head!!" Dalam hati gue pengen bilang "ELO TUH CREAK-HEAD EDAAAN..." Gue dan temen gue, bener-bener diem aja di taksi, karena takut banget. Begitu kita turun dari taksi, kita cuman ketawa-ketawa nervous. "Gila.. tuh orang kalo ngapain-ngapain kita, udah mau gue gebuk aja pake tas komputer" Kata temen gue. Dan itulah hari minggu malem gue.
Hari Senin beda lagi. Udah jalan sebulan gue tinggal di sini, gue mulai bener-bener kangen ngomong bahasa Indonesia. Yang nyerocos, njemplak seenak-enaknya. Nah, di sini, mau bikin jokes garing juga, orang belum tentu ngerti. Tapi, toh, gue berhasil membuat satu dua jokes dengan bahasa inggris (YAAAAYYY!! buat gue). Habis kelas gambar 5 jam, gue dan Susanne laper. Gue pun memutuskan untuk pergi ke kantin di basement, yang kata temen gue, Luna, itu murah banget. Gue dan Susanne pun ke sana. Setelah milih-milih, gue akhirnya siap untuk bayar. Si penjaga kasir cuma nanya sama gue "What is your nationality?". Gue jawab "I'm Indonesia". Langsung aja, si penjaga kasir itu ngajak gue ngomong bahasa Indonesia. Gilaa.. seneeeengg bangeeet.. hahaha.. bagaikan menemukan oase di tengah padang gurun gitu.. hahahaha... Dia pun cerita soal dia (kebanyakan), dan beberapa perkumpulan orang Indonesia di SF. Untungnya, gue dan temen gue itu dapet coklat gratis. Temen gue bener-bener kaget bisa dapet coklat gratis, gue juga sih. hahahah
Tapi, awal minggu ini bener-bener aneh banget. Mulai dari ketemu supir taksi yang "creakhead" sampe ketemu sama ibu-ibu kantin yang bisa ngomong bahasa Indonesia. Semoga aja gak ketemu lagi supir taksi itu..
Subscribe to:
Comments (Atom)