Saturday, July 10, 2010

Kita pikir... Mereka pikirr

Sudah sebulan gue di San Fransisco.. heeheh... gak kerasaaa... Bilang gue cengeng, bilang gue norak, tapi jujur udah mulai kangen rumah. Walaupun masih rajin BBMan sama temen, dan orang rumah.. tetep ajaa kangen rumah.. Pengen makanan Indonesia, lengkap dengan beraneka ragam bumbunyaa hmmm sluuurp : 9

Di post kali ini.. gak ada acara yang seru, tidak seperti post yang kemaren... Tapi, gue mau berbagi pikiran aja.. hahaha. Gue seneng di sini, gue udah mulai bisa beradaptasi, sedikit kaget karena bisa hidup sendiri, dan punya beberapa temen buat jalan bareng. Hanya saja, kadang, gue suka kaget sama temen-temen gue itu.

Beberapa hari yang lalu, ada temen gue (perempuan), yang terang-terangan ngaku kalo dia itu biseksual, alias suka cowok DAN cewek. Dan akhirnya dia ceritalah kehidupan percintaannya dengan seorang wanita di internet. Jujur? WAOOOW.. GUE KAGET! GUE TERKESIMA! tapi gue tahan dalam hati. Lalu, dalam pembicaraan casual, kadang salah satu temen gue bercanda, dan menyebutkan organ berharga milik lelaki dengan nama sebenernya, dalam pembicaraan tersebut. Elu tau lah apa namanya itu, gak usah gue sebutin. Dan gak berapa lama setelah itu, kita (lebih tepatnya mereka) membahas soal seks, dan punya anak di usia muda.. (Tuhan,, tolong..)
Apa yang sebenernya mau gue bahas di sini??
Kenapa ya tiba-tiba gue merasa bahwa selama ini gue tuh kayak anak kecil, yang hidup di lingkungan yang mata, mulut, dan telinga yang selalu ditutup?
Bukannya gue mengkritik orang Indonesia yang selalu jengah jika membahas hal ini secara terang-terangan. Bukan. Gue sadar bahwa budaya kita memang berbeda adanya, dan gue belajar untuk menerima hal itu tanpa berusaha menyamakan kedua budaya tersebut.

Tapi, begitu ngobrol-ngobrol sama temen gue, otomatis gue langsung merasa demikian. Kita (orang Indonesia) kan gak biasa untuk ngomongin soal seksualitas kita secara terang-terangan. Kalo toh, misalnya gue lesbi, di Indonesia mana mungkin gue berani ngomong terang-terangan sama temen gue. Mau di jauhin kayak mengidap penyakit kusta apa?? hehehe...
Sekali lagi, gue tidak melecehkan pola pikir masyarakat Indonesia, atau apa.. beneran.. Hanya saja, kadang gue merasa apa telinga, mata dan mulut kita ya yang terlalu di ninabobokan sama nilai-nilai yang "ideal".

Gue tau, di Indonesia, sudah mulai "kebarat-baratan", dalam arti beberapa anak seumuran gue mungkin udah tidak menghargai keperawannya, kita suka memakai produk-produk luar, kita mulai bicara yang susah-susah dengan pola pemikiran orang barat (biar di bilang kritis maksudnya) dan segala macam lagi bentuk kebarat-baratannya. Tapi apa pernah kita terang-terangan mengakui bahwa kita sudah melakukannya di muka umum?? Maksud gue, temen-temen gue yang sudah melakukan "itu", apa orang tua nya tau kalo mereka sudah melakukannya?? Gue rasa enggak tuh. Nah, itu yang gue maksudkan dengan kalimat "terlalu di ninabobokan dengan nilai-nilai ideal." "Ideal"nya anak-anak seumuran gue yaa gak ngelakuin hal itu. "Ideal"nya mereka melakukan "itu" setelah mereka menikah. Tapi, kenyataannya?

Lucunya, kita tau hal itu terjadi di masyarakat dan mungkin sudah di anggap lumrah, tapi apa pernah kita bicara secara blak-blakan di depan umum?? Gue rasa yang kita lakukan adalah ngumpul di pojok khusus yang gak ada orang sama sekali, baru deh ngomongin.. haahhaa..ya karena 'ideal'nya kita gak boleh ngomongin hal itu di depan umum, bahwa tabu ngomongin itu secara eksplisit. tapi itulah... yang membuat gue benar-benar terkesima. Woow.. beda banget ya kehidupan sosial di Indonesia sama di San Fransisco.

Tetep aja lah, gue lebih suka cara orang Indonesia membahas soal (maaf) "seks" secara tersaru.. kan bikin penasaran... daripada blak-blakan kayak orang Amerika? udah kasar, gak ada seninya lagi hahaha : p

1 comment:

  1. akhirnya 'gegar budaya' juga sepertinya?hahaa.
    yaa bener sih lo fan, semuanya gara2 beda budaya dan kesannya orang kita munafik banget ya, mau sok2 dengan nilai2 ideal padahal dalemnya yaa busuk2 juga hehe.
    tapi menurut gue sih untung aja orang kita masih jengah sama hal2 berbau seks, karena kalo nggak, gue rasa sebentar lagi ke depannya kita akan dengan mudah nemuin anak2 satu SMP ngelakuin seks untuk pertama kalinya, dengan bangga, tanpa malu, tanpa merasa bersalah hahahaa

    ReplyDelete